Tulungagung – Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali meneguhkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi akademik melalui penyelenggaraan Gelar Karya Guru Besar yang berlangsung di Aula Lantai 5 Gedung Prajnaparamita, Tuesday (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-58 UIN SATU Tulungagung sekaligus ruang diseminasi hasil pemikiran para guru besar kepada masyarakat luas serta disiarkan secara langsung oleh SATU Televisi melalui kanal Youtube resminya.
Mengusung tema “Manusia, Agama, dan Teknologi: Sinergi Intelektual Ke-Islam-an Menuju Indonesia Emas 2045”, forum ilmiah tersebut menghadirkan para profesor UIN SATU bersama akademisi dari perguruan tinggi lain untuk mendiskusikan berbagai isu strategis yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, dan pembangunan bangsa.
Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., hadir sebagai keynote speaker. In his presentation, beliau menekankan pentingnya membangun sinergi antara nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan perkembangan teknologi agar perguruan tinggi mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Abd. Aziz juga menyampaikan bahwa forum diskusi akademik serupa sebelumnya telah beberapa kali diselenggarakan dengan format Bedah Buku. Seiring dengan semakin beragamnya karya ilmiah yang dihasilkan para guru besar, tahun ini kegiatan tersebut dikemas dengan identitas baru melalui tajuk Professor's Degree. Penamaan ini menjadi penanda penyelenggaraan perdana kegiatan tersebut oleh UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai ruang apresiasi, diseminasi, dan penguatan tradisi akademik di lingkungan kampus.
Kegiatan ini turut menghadirkan Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai pembahas. Kehadirannya tidak hanya memberikan pandangan akademik yang konstruktif terhadap karya-karya yang dipresentasikan, tetapi juga memperkaya dinamika diskusi ilmiah. Partisipasi tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pertukaran gagasan, sekaligus memperluas perspektif terhadap karya-karya akademik yang dipaparkan para guru besar Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam forum tersebut, lima guru besar Univeristas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mempresentasikan karya ilmiah sekaligus buku-buku akademik yang telah diterbitkan, that is:
- Prof. Dr. Mujamil Qomar, M.Ag., yang membahas pemikiran dengan memaparkan empat karya sekaligus, that is Idiom-idiom Islam di Indonesia, Beyond Tradisionalisme: Kritik Rasionalitas, Tradisi, dan Spirit Zaman Baru, Tradisi yang Terus Bergerak: Fragmen Intelektualisme NU dan Pencarian Islam Humanis, serta Islam Metodologis: Model, Rumusan, dan Strategi.
- Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I., yang mengangkat pengembangan model pembelajaran imersif sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang transformatif pada abad ke-21 pada karya berjudul Eksplorasi Model Pembelajaran Imersif: Dalam Merancang Pengalaman Belajar yang Transformasional di Era Abad ke-21.
- Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I., yang memaparkan gagasan mengenai Islam dan disabilitas, moderasi beragama, serta pembangunan kerukunan dalam masyarakat majemuk dalam dua karyanya yakni Islam dan Disabilitas: Aksesibilitas, Mediatisasi, Kekerasan Seksual dan Penegakan Hukum, serta Spiritualitas, Intelektualitas, dan Moderasi Beragama: Ikhtiar Membangun Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk.
- Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag., yang mengulas akar historis dan perkembangan berbagai aliran dalam teologi Islam dengan judul karyanya yakni Teologi Islam: Akar-akar Kemunculan dan Aliran-aliran di Dalamnya
- Prof. Dr. M. Muntahibun Nafis, M.Ag., yang mengangkat kajian tentang ekspresi musik Islam di ruang publik, termasuk perkembangan musik sufi di Indonesia dan Inggris, serta inovasi pembelajaran studi Islam melalui pendekatan ethno-stream. Pembahasan ini tertuang dalam dua karya terbaiknya, that is Music and Islamic Expression in Public Space: Sufi Music in Indonesia and United Kingdom, serta Ethno-Stream dalam Pembelajaran Studi Islam
Seluruh materi yang dipresentasikan menunjukkan kontribusi nyata para guru besar dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam yang responsif terhadap dinamika sosial, budaya, education, dan teknologi.
Jalannya acara dipandu oleh Ulfi Nurfaiza, S.I.Kom., M.Sos. sebagai pembawa acara, with Dr. Rizqa Ahmadi, Lc., MA. bertindak sebagai moderator sesi pemaparan dan diskusi.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Gelar Karya Guru Besar diikuti oleh guru besar, lecturer, peneliti, tenaga kependidikan, mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Besides that, kegiatan yang terbuka untuk umum juga dihadiri oleh praktisi pendidikan (BTQ), pemerhati keislaman (LP Ma’arif Tulungagung), alumni, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Peserta memperoleh e-sertifikat serta kesempatan mendapatkan buku karya para guru besar sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mereka.
Diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dari peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu-isu yang dibahas, mulai dari moderasi beragama, transformasi pendidikan, metodologi studi Islam, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengembangan peradaban Islam.
Melalui penyelenggaraan Gelar Karya Guru Besar, Univeristas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menegaskan perannya sebagai Kampus Dakwah dan Peradaban yang tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga aktif menyebarluaskan gagasan ilmiah kepada masyarakat. Forum ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
